Ketika Kita Merasa Ingin Menyerah Taklukanlah Tantangan Yang Membuat Kita Lemah Dan Percaya Pasti Bisa
SELAMAT DATANG DI ARTIKEL KESEHATAN TUBUH

Cari Blog Ini

Jumat, 11 November 2011

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN ULAR


A. Ular berbisa di Indonesia
Ular berbisa hanya sedikit yang ditemukan di Indonesia, diantaranya: ular sendok (kobra), ular anang (tedung atau king kobra), ular welang, ular weling, ular hijau pucuk/ular gadung (luwuk), ular taliwangsa (belang hitam-kuning) dan ular tanah (coklat tua dengan taring panjang).

B. Sifat Ular
Sifat ular yang harus dipahami adalah; ular takut pada manusia, menggigit untuk memperingatkan/mengusir manusia (pada kebanyakan kasus) serta 70% gigitan ular bukan dari ular berbisa, umumnya hanya sedikit atau tidak ada racun yang disuntikkan. Gigitan ular tidak semuanya berakhir dengan kematian. Kematian tidak datang seketika atau dalam beberapa menit saja. Gejala biasanya timbul 15 menit sampai 2 jam kemudian setelah korban digigit ular.

C. Ciri-ciri ular berbisa
Ciri secara umum (tidak mutlak) yg biasanya ada pada ular berbisa, yaitu: bentuk kepala pipih dan berpola huruf ‘V’, ukuran relatif kecil atau pendek, kecuali King Cobra yang bisa mencapai 5 meter dan warna biasanya cerah (tetapi hal ini tidak mutlak).

D. Mencegah tidak digigit ular
Mencegah agar tidak digigit ular adalah; jangan membuat koleksi dari ular, tinggalkan/jangan ganggu ular. beberapa orang digigt karena berusaha membunuh atau mencoba mendekat. Di daerah yang banyak ular, pakai sepatu, kaos kaki dan jeans apabila keluar rumah , jangan masukkan tangan dicelah-celah timbunan kayu atau sampah, Bila berjalan di semak belukar usahakan membuat suara berisik agar ular tahu keberadaan kita dan menyingkir, hati-hati bila berjalan di rumput yang tebal dan potong pendek rumput di sekitar rumah, tempat kerja dan sekolah dan pergunakan senter bila berjalan di malam hari.

E. gambaran gigian ular berbisa
Gambaran gigian ular berbisa akan timbul rasa nyeri daerah tusukan (muncul segera seelah gigitan), daerah gigitan bengkak, kemerahan, memar (dapat cepat berkembang), reaksi emosi yang kuat, penglihatan kembar/kabur, mengantuk, sakit kepala, pusing dan pingsan, mual dan atau muntah dan diare, rasa sakit atau berat didada dan perut, tanda-tanda tusukan gigi, gigitan biasanya pada tungkai/kaki, sukar bernafas dan berkeringat banyak, kesulitan menelan serta kaku di daerah leher dan geraham.

F. Pertolongan pertama
pertolongan pertama, pastikan daerah sekitar aman dan ular telah pergi segera cari pertolongan medis jangan tinggalkan korban. selanjutnya lakukan prinsip :
R = Reassure = yakinkan kondisi korban, tenangkan dan istirahatkan korban,
kepanikan akan menaikan tekanan darah dan nadi sehingga racun akan lebih cepat
menyebar ke tubuh. terkadang pasien pingsan / panik karena kaget.
I = Immobilisation = jangan menggerakan korban, perintahkan korban untuk tidak
berjalan atau lari. Jika dalam waktu 30 menit pertolongan medis tidak datang:
lakukan tehnik balut tekan ( pressure-immoblisation ) pada daerah sekitar gigitan
(tangan atau kaki) lihat prosedur pressure immobilization (balut tekan)
G = Get = bawa korban ke rumah sakit sesegera dan seaman mungkin.
T =Tell the Doctor = informasikan ke dokter tanda dan gejala yang muncul pada
korban.

G. Prosedur Pressure Immobilization (balut tekan)
1. Balut tekan pada tangan
a. Istirahatkan (Immobilisasikan) Korban
b. Keringkan sekitar luka gigitan
c. Gunakan pembalut elastis
d. Jaga luka lebih rendah dari jantung
e. Sesegera mungkin, lakukan pembalutan dari bawah pangkal jari kaki naik keatas.
f. Biarkan jari kaki jangan dibalut
g. Jangan melepas celana atau baju korban
h. Balut dengan cara melingkar cukup kencang namun jangan sampai menghambat
aliran darah (dapat dilihat dengan warna jari kakiyang tetap pink)
i. Beri papan/pengalas keras sepanjang kaki.

2. Balut tekan pada tangan
a. Balut dari telapak tangan naik keatas. ( jari tangan tidak dibalut)
b. Balut siku & lengan dngn posisi ditekuk 90 drjt.
c. Lanjutkan balutan ke lengan s/d pangkal lengan.
d. Pasang papan sebagai fiksasi
e. Gunakan mitela untuk menggendong tangan

H. Kesalahan Penanganan
Kesalahan penanganan yg sering dilakukan, mengikat (Tourniquets) sekitar luka /gigitan membuat sayatan memotong, membuat perdarahan atau menggerakan daerah gigitan, mencuci luka gigitan dan menyedot racun dari luka gigit
I. Pertolongan di RS
1. Pasang I.V.,
2. resusitasi cairan jika diperlukan
3. Pelacakan alergi,
4. Jenis gigitan untuk menentukan antibisa
5. Resusitasi kardiopulmoner jika diperlukan,
6. Adrenalin
7. Cek laboratorium darah, jika dlm waktu 4 jam darah korban tidak terdapat tanda
koagulopati, miolisis dan pasien tidak menunjukan tanda gigitan berbisa maka pasien
tidak terkena gigitan berbisa.

J. Penatalaksanaan gigitan ular berbisa
1. Infus RL,
2. resusitasi cairan jika diperlukan
3. Cek laboratorium
4. Urinalisa
5. Darah lengkap
6. Golongan darah
7. Ptt,aptt, fibrinogen
8. BUN, creatinin, Va, phospat, dll
9. EKG
10. Monitor ketat pasien ( tiap 15mnt – 2 jam setelah gigitan )
11. Intubasi jika gagal nafas, cek sumbatan jalam nafas
12. RKP jika cardipulmonary arrest
13. pemberian antibisa
14. Larutkan antibisa dalam RL 60 cc,
15. berikan selama 30 mnt
16. Cek efek antibisa 15 menit setelah antibisa habis
17. Kemudian buka balutan dng hati-hati dlm waktu 5 mnt,
18. Jika setelah dibuka keadaan umum pasien tambah buruk
19. lakukan pembidaian kembali
20. Beri ATSAntibiotik profilaksis
21. Kontraindikasi diberikan Morfin

SELAMAT MENCOBA...

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar

Sebelum bicara lebih jauh tentang luka bakar, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu kulit, organ yang paling menderita saat luka bakar.
Kulit merupakan organ yang sangat penting dalam mengatur keseimbangan cairan dan suhu tubuh. Jika oleh karena suatu sebab kulit mengalami cidera maka fungsi fungsi tersebut akan mengalami gangguan. Disamping itu, kulit juga bertindak sebagai dinding pertahahan tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus dari dunia luar.
Anatomi kulit sangat komplek dan terdiri dari berbagai struktur yang berlapis lapis. Tetapi secara umum dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :
  1. Epidermis, lapisan terluar dari kulit manusia.
  2. Dermis, lapisan kulit yang terdiri dari kolagen dan serat elastis, tempat bersemayamnya sel sel saraf, pembuluh darah, kelenjar keringat dan folikel rambut.
  3. Hipodermis atau jaringan subkutan, lapisan kulit tempat bersemayamnya pembuluh darah besar dan sel sel saraf. Lapisan ini memegang peranan penting dalam pengaturan suhu tubuh.
Jadi, kerusakan yang diakibatkan oleh luka bakar nantinya terggantung pada lokasi luka, dalamnya luka dan seberapa luas permukaan tubuh yang terimbas.
Bagaimana sih klasifikasi luka bakar?
Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman lukanya.
Luka bakar derajat satu. Luka bakar derajat satu hanya mengenai lapisan luar kulit yang menimbulkan peradangan lokal pada daerah tersebut. Sunburn sering dimasukan dalam klasifikasi luka bakar ini. Peradangan yang terjadi ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan ringan. Kulit terasa sangat perih atau nyeri saat disentuh.
Luka bakar derajat dua. Luka bakar mengenai kulit yang lebih dalam dan menimbulkan rasa sakit, kemerahan dan inflamasi yang lebih parah. Kulit juga tampak melepuh.
Luka bakar derajat tiga. Luka bakar yang sangat dalam dan mengenai ketiga lapisan kulit. Kulit pada daerah luka bakar juga akan mati. Karena saraf dan pembuluh darah juga rusak maka luka bakar derajat tiga akan tampak keputihan, keras dan relatif tidak sakit.
Uniknya, luka bakar mengalami suatu proses yang dinamis artinya bisa saja saat ini luka bakar derajat satu tapi besoknya sudah berkembang menjadi derajat dua. Hal yang sama juga dapat terjadi pada luka bakar derajat dua yang dapat berkembang menjadi derajat tiga.
Pada semua derajat luka bakar, proses peradangan atau inflamasi dan akumulasi cairan akan terjadi semenjak awal terjadinya luka bakar. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu fungsi kulit adalah sebagai dinding pelindung terhadap infeksi maka saat luka bakar, rusaknya kulit akan menyebabkan tubuh rentan kemasukan kuman.
Hanya lapisan epidermis kulit yang mampu mengalami proses regenerasi yang baik sementara bila luka bakar mengenai lapisan kulit yg lebih dalam maka akan menyebabkan kecacatan permanen dan jaringan parut yg pasti menganggu fungsi kulit.
Tubuh bagian mana sih yang paling parah bila kena luka bakar?
Selain dalamnya luka bakar, luasnya daerah luka juga penting artinya. Luas luka bakar dan lokasi luka pada tubuh diukur dengan prosentase. Pengukuran ini disebut rule of nines dan pada bayi dan anak anak dilakukan beberapa modifikasi. Rule of nines membagi tubuh manusia dewasa dalam beberapa bagian dan setiap bagian dihitung 9%.
  • Kepala = 9%
  • Dada bagian depan = 9%
  • Perut bagian depan = 9%
  • Punggung = 18%
  • Setiap tangan = 9%
  • Setiap telapak tangan = 1%
  • Selangkangan = 1%
  • Setiap kaki = 18%
Misal, jika luka bakar mengenai kedua kaki (18% x 2 = 36%), selangkangan (1%), dada depan dan perut depan maka total luasnya luka bakar adalag 55%.
Hanya luka bakar derajat dua dan tigalah yang dihitung menggunakan rule of nine, sementara luka bakar derajat satu tidak dimasukan sebab permukaan kulit relatif bagus sehingga fungsi kulit sebagai regulasi cairan dan suhu masih baik.
Jika luas luka bakar lebih dari 15 – 20% maka tubuh telah mengalami kehilangan cairan yang cukup signifikan. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti maka pasien dapat jatuh ke kondisi syok atau renjatan.
Perhitungan penggantian cairan per infus adalah sebagai berikut.
  • 4cc/KgBB/% luka bakar = kebutuhan cairan permulaan dalam 24 jam yang setengahnya diberikan pada 8 jam pertama.
Semakin luas atau besar prosentase luka bakar maka resiko kematian juga semakin besar. Pasien dengan luka bakar dibawah 20% biasanya akan sembuh dengan baik, sebaliknya mereka yang mengalami luka bakar lebih dari 50% akan menghadapi resiko kematian yang tinggi.
Seberapa pentingkah lokasi luka bakar?
Lokasi luka bakar pada tubuh sangat penting artinya.
Jika luka bakar mengenai wajah, hidung, mulut atau leher maka peradangan yang terjadi dapat menganggu kelancaran jalan nafas sehingga menimbulkan masalah pernafasan.
Jika luka bakar melingkar pada dada lalu karena proses luka bakarnya menyebabkan jaringan otot otot dada terhambat gerakannya maka proses pergerakan dada saat bernafas akan terganggu.
Jika luka bakar melingkar pada tangan, kaki, jari jemari tangan atau kaki maka dapat terjadi kerusakan pembuluh darah sehingga aliran darah ke bagian ujung organ tersebut akan bermasalah.
Jika luka bakar mengenai persendian tangan atau kaki, bila penanganan tidak bagus maka ketika sembuh kecacatan yang terjadi akan menganggu pergerakan sendi tersebut.
Apa saja yang harus dilakukan saat menghadapi orang dengan kena luka bakar?
Untuk luka bakar luas (derajat dua dan tiga)
  1. Pindahkan korban dari daerah kebakaran. Ingat untuk tetap menjaga keselamatan diri sendiri.
  2. Bersihkan korban dari semua material yang terbakar dari tubuhnya.
  3. Telepon ambulance terdekat untuk memindahkan korban ke rumah sakit terdekat.
  4. Saat korban telah berada di daerah aman, usahakan korban tetap dalam keadaan nyaman dan jangan banyak bergerak. Jika tersedia, bersihkan daerah luka bakar dengan kasa bersih. Jangan coba coba menyiram atau mengompress korban dengan air dingin sebab sangat berbahaya dan dapat menyebabkan hipotermi.
Luka bakar pada daerah wajah, tangan dan kaki harus selalu diwaspadai sebagai luka bakar berat meskipun hanya disebabkan oleh terbakar sinar matahari.
Untuk luka bakar ringan (derajat satu atau derajat dua dengan luas area yang kecil)
  • Bersihkan luka dengan air hangat suam suam kuku.
  • Jangan gunakan pasta gigi, kopi mentega atau yang sejenisnya untuk mengobati luka bakar.
  • Cincin, kalung dan semua benda yang tidak penting sebaiknya disingkirkan.
  • Untuk luka bakarnya dapay diolesi salep antibiotika.
  • Jika luka bakar dicurigai agak dalam dan berbahaya segeralah ke dokter.
  • Bila perlu, vaksinasi tetanus dapat diberikan.

Pertolongan Pertama Pada Keracunan Makanan

Pertolongan Pertama Pada Keracunan Makanan - Thread Not Solved Yet

Banyak bahan makanan yang berisiko mengakibatkan keracunaan dikarenakan pengolhanan yang tidak sempirna atau juga sanitasi yang buruk.

1. Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau diberi susu yang telah dicampur dengan telur mentah.

2. Agar perut terbebas dari racun, berikan norit dengan dosis 3-4 tablet selama 3 kali berturut-turut dalam setiap jamnya.

3. Air santan kental dan air kelapa hijau yang di campur 1 sendok makan garam dapat menjadi Alternatif jika norit tidak tersedia.

4. Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah. Lakukan dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan kontraksi.

5. Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Gizi

HEPATITIS



Hepatitis adalah nama lain dari peradangan hati ,tepatnya pada sel
sel hati.
Peradangan ini paling sering disebabkan oleh virus ,walaupun dapat juga oleh sebab - sebab lain.
Sampai saat ini sudah dapat dideteksi ada tujuh macam virus Hepa
titis ( A ,B ,C ,D ,E ,F ,G ,TT ). Tapi virus yang sampai saat ini dike
tahui paling sering menyerang dan membuat kerusakan asel hati ada
lah virus Hepatitis A ,B  dan C  menjadi menetap dan serius.
Menurut penelitian virus Hepatitis pada pen
derita Hepatitis dapat ditemukan pada ca-
iran tubuh seperti air liur ,darah ,sperma.
Penularan terjadi dengan cara masuknya
virus dari cairan tubuh penderita ke orang 
lain yang mempunyai luka terbuka dengan
cara bersentuhan  
Gejala dari Hepatitis khususnya hepatitis B sangat  beragam sekali
mulai dari penderita yang mengalami keluhan yang nyata sampai
yang tidak mengalami keluhan sama sekali.
Setelah menjadi kronis barulah gejalanya akan tampak semakin  nya
ta dan jelas.
Gejalanya biasanya berupa  Lemas -lemas seperti tak bertenaga atau lunglai ,mual ,kadang diare ,kuning.
.
Pengobatan
Pengobatan Hepatitis dapat dibagi dua bagian , yang pertama dengan obat kimiawi yang bertujuan untuk mematikan virus Hepatitis
dan  yang kedua adalah pengobatan suportif yang bertujuan untuk
melindungi sel hati dan membantu untuk memulihkan sel hati yang
rusak.
.
Pencegahan
Hepatitis B dapat di cegah dengan melakukan vaksinasi.
Vaksinasi Hepatitis B hanya mencegah Hepatitis B.
.
Hindari hal - hal berikut :
Menggunakan jarum suntik bekas
Jarum untuk akupunktur atau tattoo harus steril.
Hindari pemakaian bersama alat - alat seperti pisau cukur ,sisir.
Hindari aktivitas sex dengan berganti-ganti pasangan.
Hindari mendapat donor darah yang tidak resmi.
.
Selanjutnya hubungi konsultasi nusaindah atau
dokter pribadi anda.